KATA
PENGANTAR
Dengan memanjatkan
Puji dan Syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan taufik dan
hidayah-Nya, sehingga makalah ini dapat tersusun dengan judul “KEWIRAUSAHAAN : Usaha
Sanggar Rias ”.
Penulis
mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga
makalah ini dapat diselesaikan sesuai dengan waktunya. Makalah ini masih jauh
dari sempurna baik dari materi dan cara penulisannya, oleh karena itu penulis mengharapkan
kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah ini.
Semoga makalah ini
dapat dijadikan sebagai sarana informasi bagi masyarakat yang khususnya bagi
pembaca dan bermanfaat untuk pengembangan ilmu pengetahuan.
Jakarta, Juni 2013
Penulis
ii
DAFTAR
ISI
KATA PENGANTAR ------------------------------------------------------------------------------ ii
DAFTAR ISI ----------------------------------------------------------------------------------------- iii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
----------------------------------------------------------------------------- 1-2
B. Rumusan
Masalah -------------------------------------------------------------------------- 2
C. Tujuan
Penulisan --------------------------------------------------------------------------- 2
BAB II
PEMBAHASAN
A. Peluang
Usaha Sanggar Rias --------------------------------------------------------------
3-4
B. Program
Magang Kewirausahaan di Sanggar Rias
dan Dekorasi Pengantin SRI RINA
Semarang ----------------------------------------- 4-6
C. Pelaksanaan
Magang Kewirausahaan di Sanggar Rias
dan Dekorasi Pengantin SRI RINA
Semarang ------------------------------------------ 6-9
D. Manfaat
Kegiatan Magang Kewirausahaan -------------------------------------------
9-10
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan
---------------------------------------------------------------------------------- 11
LAMPIRAN
A. Contoh
Kisah Sukses Owner Sanggar Rias & Pengantin Kerinci ------------------- 12-14
DAFTAR PUSTAKA
--------------------------------------------------------------------------------
15
iii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Usaha kecil merupakan bagian
integral dari dunia usaha nasional yang mempunyai kedudukan, potensi dan
peranan yang sangat strategis dalam mewujudkan tujuan pembangunan nasional.
Mengingat peranannya dalam pembangunan, usaha kecil harus terus dikembangkan
dengan semangat kekluargaan, saling isi mengisi, saling memperkuat antara usaha
yang kecil dan besar dalam rangka pemerataan serta mewujudkan kemakmuran yang
sebesar-besarnya bagi masyarakat di Indonesia. Untuk mewujudkan tujuan
tersebut, pemerintah dan masyarakat harus saling bekerjasama. Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan sampai pada tahun 2007,
lulusan Prodi Pendidikan Seni Tari S1 sebagian besar belum terserap di lapangan
pekerjaan bidang kependidikan, dan masih mengalami banyak kendala untuk terjun
di dunia kerja sebagai guru. Hal tersebut diakibatkan karena terbatasnya
formasi tenaga guru di bidang Pendidikan Seni Tari sebagai CPNS baru, oleh
Depdiknas baik di sekolah-sekolah negeri maupun di sekolah – sekolah swasta.
Minimnya lulusan program studi Pendidikan Seni Tari yang menekuni wirausaha di
jalur non kependidikan menunjukkan bahwa mereka kurang memiliki keberanian
untuk terjun berwirausaha. Secara teori dan praktek, lulusan program studi
Pendidikan Seni Tari sudah memperoleh bekal yang memadai dengan harapan setelah
lulus, dapat diterapkan di lapangan. Pada umumnya mereka berkeinginan untuk
menjadi tenaga kependidikan sebagai guru atau karyawan sebuah instansi atau
perusahaan. Di sisi lain, lapangan pekerjaan di luar profesi guru masih sangat
terbuka lebar, misalnya di bidang penjualan jasa Dekorasi dan Rias Pengantin,
Sanggar Tari, Persewaan Kostum Tari, maupun pengelola entertainment secara
keseluruhan. Padahal berwirausaha di bidang ini memiliki prospek pasar yang
sedemikian luas dan hampir setiap saat dibutuhkan oleh masyarakat. Kondisi
tersebut menggambarkan minimnya perilaku kewirausahaan lulusan program studi
Pendidikan Seni Tari. Ada kecenderungan, mahasiswa tidak mau bersusah payah
dalam bekerja, sehingga ingin mencari mudahnya saja dengan menjadi pegawai
negeri. Untuk menjadi seorang wirausaha tidak mudah, dituntut memiliki kemauan
yang keras dan ketekunan. Seperti yang dikatakan Tarmudji (1996: 4) bahwa
seorang wirausaha dapat diartikan seseorang yang berkemauan keras dalam bisnis
yang patut menjadi teladan hidup.
1
Berdasarkan
latar belakang tersebut diatas, salah satu cara yang tepat untuk menumbuhkan
jiwa kewirausahaan mahasiswa program studi Pendidikan Seni Tari adalah melihat
peluang dalam usaha Sanggar Rias dan Dekorasi Pengantin.
B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah yang diangkat dalam bentuk pertanyaan sebagai
berikut:
1.
Bagaimanakah
pelaksanaan Kegiatan Magang dalam usaha Sanggar Rias dan Dekorasi Pengantin
tersebut?
2.
Bagaimana
Pengelolaan bisnis dari usaha tersebut?
C. Tujuan Penulisan
Tujuan
khusus dalam penulisan makalah ini yang ingin dicapai melalui usaha ini adalah
; (1) meningkatkan pengetahuan kewirausahaan mahasiswa, baik dalam keilmuannya
maupun pengalaman berwirausaha, (2) memacu motivasi kewirausahaan mahasiswa
yang berminat menjadi calon wirausahawan kelak setelah lulus, (3) membuka
peluang untuk memperoleh pengalaman praktis kewirausahaan bagi dosen pembimbing
mahasiswa, (4) menjalin kerjasama link and match antara Perguruan Tinggi dengan
dunia usaha. Target luaran kegiatan Magang Kewirausahaan ini adalah : mahasiswa
dapat menyerap pengalaman praktis selama magang, dapat membuat rencana bisnis
(business plan) tentang usaha jasa rias dan dekorasi pengantin, dan menumbuhkan
jiwa kewirausahaan mahasiswa yang dapat ditunjukkan melalui minat dan motivasi
mereka.
2
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Peluang Usaha Sanggar
Rias
Bila kita memiliki kemampuan merias,
jangan sia - siakan kemampuan yang kita miliki tersebut. Kita dapat
memanfaatkan peluang ini untuk membuka usaha rias pengantin. Hari pernikahan
adalah hari yang sangat istimewa bagi pasangan laki - laki dan perempuan. Maka
riasan atau dandanan pada hari itu tentulah dianggap sangat spesial,berbeda
dengan hari - hari biasanya. Kesempatan ini dapat anda manfaatkan untuk
menawarkan jasa rias pengantin khususnya untuk wanita. Penampilan yang prima
pada hari pernikahan tentu dapat menambah suasana pesta menjadi meriah.
Persiapan yang perlu dilakukan untuk
memulai usaha rias pengantin ini diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Persiapan keahlian merias.
2. Persiapan promosi.
3. Persiapan alat - alat untuk
merias,temasuk kosmetik.Gunakanlah kosmetik yang berkualitas agar tidak ada
keluhan dari pelanggan karena ketidak cocokan kosmetik.
4. Persiapan pengenalan budaya
pengantin untuk menyesuaikan dengan tatarias yang digunakan.
Dalam pelaksanaan usaha rias
pengantin ini, lakukanlah hal-hal berikut ini :
·
Melakukan
promosi agar usaha rias pengantin anda dapat lebih dikenal di masyarakat.
·
Menjalin
kerjasama yang erat dengan piahk keluarga yang melangsungkan pernikahan.
·
Memberi
pelayanan ekstra pada pengantin sampai akhir acara.
3
Promosi dan Pemasaran yang dapat
anda lakukan dalam menangkap peluang usaha rias pengantin ini diantara nya
sebagai berikut :
o
Melakukan
promosi dari mulut ke mulut dengan memulainya dari lingkungan terdekat seperti
teman ataupun tetangga sekitar rumah anda.
o
Melakukan
promosi di media cetak atau elektronik tentu saja dengan lengkap memiliki alat
- alat promosi seperti leaflet atau katalog dll.
o
Melakukan
kerja sama dengan salon lainnya sehingga anda dapat memiliki jaringan pemasaran
anda sendiri.
Hambatan atau tantangan yang mungkin
terjadi dalam menjalankan usaha rias pengantin ini yaitu :
-
Penghasilan
tidak tetap.Hal tersebut disebabkan usaha rias pengantin hanya dilakukan pada
saat hari musim - musim pernikahan, sehingga tidak terlalu cocok untuk
diandalkan sebagai penghasilan utama.
-
Alat
dan produk kosmetik yang anda gunakan tidak cocok dengan kulit pengantin dan
bisa menimbulkan alergi.Anda harus tahu tentang kriteria kulit pengantin dan
mengaplikasikan dengan produk kosmetik yang cocok.Dalam hal ini pengetahuan
anda tentang kosmetik dan make-up pun sangat diperlukan.
B.
Program Magang Kewirausahaan
di Sanggar Rias dan Dekorasi Pengantin SRI RINA Semarang
Kenyataan di lapangan menunjukkan
bahwa masih sedikit sekali prosentase lulusan Pendidikan Seni Tari yang
berwirausaha sendiri. Salah satu cara yang tepat untuk menumbuhkan jiwa
kewirausahaan mahasiswa program Studi Pendidikan Seni Tari adalah dengan mengadakan
Program Magang Kewirausahaan (MKU). Kegiatan MKU di awali dengan melakukan
koordinasi antar tim pelaksana dan pengusaha mitra, seleksi peserta MKU,
pembekalan materi baik teoretis maupun praktis kepada mahasiswa peserta MKU,
dan pelaksanaan kegiatan dengan menggunakan metode demonstrasi, pendampingan
dan pengamatan.
4
Waktu pelaksanaan MKU menyesuaikan
pengusaha mitra, dengan tempat di sanggar dan di gedung B2 Universitas Negeri
Semarang. Materi MKU, meliputi : pengetahuan dan praktek kewirausahaan, praktek
tata rias busana dan dekorasi pengantin gaya solo putri dan Solo basahan,
lengkap dengan tata caranya, membantu pengusaha mitra pada saat mendapatkan
permintaan merias pengantin. Evaluasi dilakukan bersamaan dengan berjalannya
proses MKU oleh pihak dosen pembimbing, mahasiswa maupun pengusaha mitra. Hasil
kegiatan MKU, adalah meningkatnya pengetahuan dan keterampilan mahasiswa dalam
bidang tata rias dan dekorasi pengantin, yang dituangkan dalam pembuatan rencana
bisnis (business plan) tentang usaha jasa rias dan dekorasi pengantin.
Pelaksanaan
kegiatan MKU di awali dengan melakukan koordinasi antar tim pelaksana dan
pengusaha mitra untuk membahas persiapan, pembagian tugas, dan teknik
pelaksanaan MKU. Metode Pelaksanaannya menggunakan demonstrasi, pendampingan
dan pengamatan. Mahasiswa peserta kegiatan Magang Kewirausahaan ini adalah
mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Tari, Jurusan Pendidikan Seni Drama
Tari Musik, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang semester VI
yang sudah menempuh mata kuliah Kewirausahaan, Tata Rias Busana I, Tata Rias
Busana II, Tata Rias Busana Temanten, sehingga pada saat mengikuti program
kegiatan Magang Kewirausahaan ini mahasiswa sudah mempunyai bekal ilmu tentang
kewirausahaan dan Tata Rias.
Seleksi
peserta MKU dilakukan dengan langkah-langkah : (1) memberikan pengumuman kepada
mahasiswa, (2) mendata mahasiswa yang berminat ikut MKU, (3) menyeleksi
mahasiswa dengan materi seleksi meliputi pengetahuan kewirausahaan,
keterampilan tata rias dan busana, dan minat. Pembekalan materi baik teoretis
maupun praktis kepada mahasiswa peserta MKU, meliputi : materi pengetahuan
kewirausahaan, materi tata rias dan busana, teknik pelaksanaan kegiatan,
evaluasi pelaksanaan magang.
5
Tempat pelaksanaan Magang Kewirausahaan adalah Sanggar
Rias dan Dekorasi Pengantin SRI RINA. Bahan dan peralatan yang dimiliki sanggar
Rias dan Dekorasi Pengantin SRI RINA cukup lengkap, terdiri dari seperangkat
bahan dan alat make up, 7 set busana pengantin Solo Putri dan Basahan lengkap
dengan busana pengapit, pager ayu, pager bagus, 3 set busana Paes Ageng
Yogyakarta, 2 set dekorasi pengantin. Jumlah tenaga kerjanya adalah 7 orang
yang terdiri dari pemilik yaitu ibu Darmawan selaku penata rias dan busana
pengantin, 6 orang asisten yang bertugas merias orang tua kedua pengantin,
pengapit, dan penerima tamu. Sedangkan tenaga kerja bagian dekorasi berjumlah 5
orang. Karena bidang usaha sanggar Rias dan Dekorasi Pengantin adalah pelayanan
jasa dari rumah ke rumah atau gedung pertemuan ke gedung pertemuan, maka tidak
terlalu banyak membutuhkan ruangan kantor yang luas. Ruang kantor sekaligus
ruang untuk menerima tamu/ konsumen, berfungsi juga untuk tempat menyimpan
busana dan peralatan rias. Sedangkan bahan dan alat yang digunakan oleh peserta
MKU adalah seperangkat bahan dan alat make up. Selama proses pelaksanaan MKU,
busana dan peralatan dekorasi pengantin menggunakan milik sanggar, karena untuk
pengadaan busana dan peralatan tersebut cukup mahal. Pengumpulan data dilakukan
dengan cara pendampingan dan pengamatan selama proses MKU berlangsung. Analisis
data dilakukan berdasarkan hasil pendampingan dan pengamatan.
C.
Pelaksanaan Magang
Kewirausahaan di Sanggar Rias dan Dekorasi Pengantin SRI
RINA Semarang
Sanggar
Rias dan Dekorasi Pengantin SRI RINA merupakan sebuah usaha di bidang pelayanan
jasa merias pengantin dan mendekorasi pelaminan pengantin. Sanggar ini
didirikan oleh ibu Darmawan, seorang pensiunan Pegawai Negeri Sipil. Sejak
masih muda, ibu Darmawan sudah berkecimpung di bidang seni, terutama seni
suara, yang kemudian tertarik untuk mengembangkan bakat seni dalam bidang tata
rias busana pengantin. Sanggar Rias dan Dekorasi Pengantin Sri Rina dipilih
menjadi tempat penyelenggaraan MKU karena sanggar tersebut cukup berhasil dan
dikenal masyarakat umum.
6
Selain
itu Rias wajah selalu dibutuhkan oleh setiap wanita untuk berbagai acara,
terlebih lagi acara pernikahan. Seperti yang dikatakan Wahyu (1993: 10) bahwa
tata rias wajah adalah teknik merias wajah yang dapat mengubah bagian muka yang
kurang cantik menjadi cantik. Cara yang dilakukan adalah dengan mengadakan
penyempurnaan, perbaikan bentuk muka, seperti menonjolkan bagian muka tertentu
serta menyamarkan dan menutupi bagian muka yang kurang menarik dengan bantuan
kosmetik serta cara merias yang baik.
Sanggar
Rias dan Dekorasi Pengantin SRI RINA mampu melayani jasa merias pengantin dan
mendekorasi pelaminan pengantin mulai dari gaya Solo Putri dan Basahan, gaya
Paes Ageng Yogyakarta, serta rias pengantin dari daerah-daerah lain maupun rias
pengantin modern. Akan tetapi berdasarkan permintaan konsumen yang kebanyakan
orang Jawa Tengah, Sanggar Rias dan Dekorasi Pengantin lebih sering merias
pengantin dan mendekorasi pelaminan pengantin gaya Solo Putri dan Basahan.
Konsumen Sanggar Rias dan Dekorasi Pengantin SRI RINA pada umumnya berasal dari
kota Semarang, akan tetapi sering juga melayani permintaan konsumen dari
kota-kota lainnya seperti Kudus, Kendal, Klaten, Salatiga. Permintaan merias
dari konsumen pada bulan-bulan orang punya hajat, bisa mencapai 8 kali bahkan
lebih dalam satu bulan. Di luar bulan-bulan tersebut rata-rata 2-4 kali. Harga
per paket rias mulai dari 4 juta sampai 12 juta. Selain itu juga melayani
permintaan konsumen sesuai dengan bugdet konsumen. Omset yang didapat setiap
bulan rata-rata mencapai 30 juta.
Dalam
pelaksanaan MKU, peserta mendapatkan materi teoretik dan praktek. Materi
teoretik, meliputi pengetahuan tentang bahan dan alat rias pengantin, busana
pengantin, dekorasi pengantin gaya solo putri dan Solo basahan serta tata cara
pernikahan adat Jawa yang disampaikan dengan ceramah dan tanya jawab.
Materi
praktek, meliputi teknik tata rias, tata busana, dekorasi dan tata cara
pernikahan adat Jawa yang disampaikan dengan demonstrasi. Peserta MKU melakukan
praktek dengan ikut serta dalam melayani konsumen, tetapi masih terbatas merias
keluarga pengantin. Salah satu materi MKU adalah proses pelayanan jasa rias
pengantin yang dilakukan Sanggar Rias dan Dekorasi Pengantin SRI RINA.
7
Proses
pelayanan jasa rias pengantin dilakukan dengan beberapa tahapan sebagai berikut
:
1) Perias
mengajak diskusi dengan konsumen mengenai rias pengantin dan dekorasi pengantin
apa yang dikehendaki, plafon harga sesuai dengan jenis rias pengantin yang
dikehendaki konsumen, bentuk perhelatan yang dikehendaki konsumen, serta tempat
perhelatan pernikahan.
2) Setelah
konsumen menentukan pilihannya, maka akan ditawarkan jenis dan warna busana
pengantin yang disesuaikan dengan warna kulit, bentuk perhelatan dan postur
tubuh pengantin, sekaligus mencobanya.
3) Perias
melakukan analisa wajah kedua pengantin terlebih dahulu sebelum melakukan
proses merias, dengan harapan dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan yang
dimiliki kedua pengantin.
4) Beberapa
hari sebelum hari pelaksanaan pernikahan, perias menyiapkan segala kebutuhan
baik berupa bahan dan alat yang diperlukan untuk merias pengantin dan
mendekorasi pelaminan pengantin. Dekorasi pelaminan pengantin biasanya
dilakukan pada malam hari sebelum proses pelaksanaan pernikahan. Perias harus
sudah mempelajari acara-acara apa saja yang akan dilakukan dalam pesta
pernikahan tersebut, sehingga bisa dengan cepat mempersiapkan pengantinnya
tepat pada waktunya.
5) Pada
saat pelaksanaan pernikahan, perias melakukan tugasnya merias pengantin dengan
teliti, rapi dan tepat waktu.
Waktu pelaksanaan MKU menyesuaikan
pengusaha mitra, dengan tempat di sanggar dan di gedung B2 UNNES. Evaluasi
dilakukan bersamaan dengan berjalannya proses MKU oleh pihak dosen pembimbing,
mahasiswa maupun pengusaha mitra. Pelaksanaan kegiatan Magang Kewirausahaan di
Sanggar Rias dan Dekorasi Pengantin berjalan dengan lancar. Meskipun banyak
kendala yang terjadi di lapangan. Kendala-kendala tersebut adalah
ketidaksesuaian waktu pengusaha mitra dengan mahasiswa, bahan peralatan dan
kostum yang harganya mahal, ruang yang tersedia tidak memadai. Kendala-kendala
tersebut dapat diatasi dengan baik, yaitu mahasiswa peserta magang menyesuaikan
waktu yang disediakan pengusaha mitra, sehingga waktu pelaksanaan praktek bisa
berubah-ubah sesuai dengan waktu luang pengusaha mitra.
8
Kadangkala apabila pengusaha mitra
mendapatkan permintaan merias pengantin, mahasiswa peserta magang di ajak serta
untuk membantu. Bahan, peralatan dan kostum yang mahal diantisipasi dengan cara
meminjam. Ruang praktek yang terdapat di sanggar sekaligus digunakan sebagai
ruang tamu sehingga cukup sempit apabila dipakai praktek untuk 10 orang
sekaligus. Sehingga kadangkala mahasiswa peserta mendapatkan pelatihan rias
pengantin di gedung B2 kampus UNNES.
Dalam pelaksanaan MKU ditemukan masalah
yang terdapat dalam Sanggar Rias dan Dekorasi Pengantin SRI RINA, yaitu
manajemen dan pemasaran produk jasanya yang masih sederhana dan tradisional.
Sanggar Rias dan Dekorasi Pengantin SRI RINA, masih menggunakan manajemen rumah
tangga serta pemasaran dari mulut ke mulut. Meskipun dengan pola manajemen dan
pemasaran yang demikian, Sanggar Rias dan Dekorasi Pengantin SRI RINA berjalan
dengan lancar. Kelemahan dari manajemen rumah tangga adalah antara pemasukan
dan pengeluaran tidak bisa terkontrol dengan baik. Sedangkan pola pemasaran
dari mulut ke mulut, konsumen tidak bisa terjangkau secara luas. Untuk
mengatasi masalah tersebut, maka mahasiswa peserta Magang Kewirausahaan
berinisiatif memberikan pelatihan manajemen dan pemasaran yang lebih baik.
Pelatihan manajemen diberikan dengan cara mengajarkan proses pembukuan keuangan
secara rapi dan teratur. Pelatihan pemasaran diberikan dengan cara mengajarkan
membuat liflet, brosur, iklan yang disebarkan kepada masyarakat luas. Sehingga
dalam proses pelaksanaan MKU terjadi proses saling memberi dan menerima
pengetahuan.
D.
Manfaat Kegiatan Magang
Kewirausahaan
Manfaat dan ketercapaian tujuan kegiatan
Magang Kewirausahaan ini dapat dilihat dari beberapa sisi, yaitu :
1. Pelaksanaan
Magang Kewirausahaan ini bermanfaat bagi pengusaha mitra yaitu adanya saran dan
masukan dari mahasiswa peserta dan dosen pembimbing guna kemajuan usahanya.
2. Mahasiswa
peserta Magang Kewirausahaan dapat merasakan langsung pengalaman praktis dalam
berwirausaha, baik menyangkut aspek keterampilan maupun manajemen kewirausahaan
sehingga dapat meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa untuk memulai
berwirausaha.
9
Pengalaman
praktis di bidang keterampilan diperoleh mahasiswa melalui praktek merias
pengantin sedangkan pengalaman praktis di bidang manajemen diperoleh mahasiswa
pada saat melakukan pembukuan, menjual jasa merias pengantin. Pengalaman
praktis ini dapat memberikan bekal bagi mahasiswa untuk mencoba membuka usaha
baru di bidang rias dan dekorasi pengantin.
3. Bagi
Perguruan Tinggi pelaksana, kegiatan Magang Kewirausahaan ini memberikan
manfaat terjalinnya hubungan sinergi antara Perguruan Tinggi pelaksana dengan
pengusaha mitra. Kegiatan Magang Kewirausahaan ini dapat menjadi wahana untuk
memadukan pemahaman di bidang disiplin ilmu dengan penerapan ilmu di lapangan.
Di samping hal tersebut, pengalaman praktis yang diperoleh di lapangan dapat
dijadikan bahan masukan atau pengembangan mata kuliah serta pengembangan
program kewirausahaan di perguruan tinggi. Kegiatan Magang Kewirausahaan ini
perlu dilanjutkan dengan Kuliah Kerja Usaha. Hal ini disebabkan karena manfaat
yang diperoleh dari kegiatan tersebut sangat besar, yaitu mahasiswa peserta
bisa mempraktekkan keterampilan merias pengantin secara nyata.
10
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Kegiatan
Magang Kewirausahaan di Sanggar Rias dan Dekorasi Pengantin SRI RINA dilakukan dengan
tujuan untuk menerapkan ilmu dan keterampilan yang diperoleh di bangku kuliah
dalam kehidupan masyarakat secara nyata. Kegiatan ini berlangsung selama empat
bulan, 1 bulan pertama untuk persiapan, 2 bulan berikutnya untuk pelaksanaan
magang, dan 1 bulan berikutnya untuk evaluasi. Hasil yang diperoleh dari
kegiatan Magang Kewirausahaan ini adalah mahasiswa mendapatkan pengalaman
bekerja melayani masyarakat yang kemudian dituangkan kedalam businness plan
(rencana bisnis) sebagai dasar untuk membuka usaha baru terutama dalam usaha
Sanggar Rias dan Dekorasi Pengantin.
11
LAMPIRAN
B.
Kisah Sukses Owner
Sanggar Rias Dan Pengantin Kerinci
Menggeluti usaha rias dan
pengantin, tidak saja membutuhkan modal dan keahlian. Lebih dari itu, kematangan
diri juga mutlak diperlukan. Karena itu, meski telah memiliki bakat dan
keahlian, Ny Ambarwati (50), pemilik Sanggar Rias dan Pengantin KERINCI tak
serta merta membuka usaha wedding. Ia baru berani buka usaha kala usia
menginjak usia 40 tahun.
“Almarhum suami saya melarang
membuka usaha rias dan pengantin sebelum usia 40 tahun. Alasannya waktu itu,
karena usia di bawah 40 tahun belum matang benar untuk menggeluti bisnis rias
pengantin, yang konon tidak hanya membutuhkan keahlian semata tetapi juga butuh
kesiapan lahir dan batin,” terang ibu dua anak yang sudah lebih dari sepuluh
tahun membuka usaha rias pengantin. Sebagaimana nasihat suaminya, Ny Ambarwati
pun baru mulai membuka usaha rias pengantin tahun 1991 di Jalan Kerinci, Waru,
Sidoarjo saat usianya genap 40 tahun.
Awalnya, ia tidak langsung membuka
usaha rias pengantin, namun dimulai dengan salon rambut. Baru tahun 2000,
perempuan asal Bojonegoro ini membuka usaha rias pengantin. Sebetulnya,
pengalaman di bidang make up telah dimiliki Ny Ambar karena sebelumnya ia telah
bekerja di peralatan kosmetik salah satu produk terkenal di Surabaya. Namun,
ibu dua anak masih merasa kurang bila hanya mengandalkan keahliannya rias yang
dimilikinya. Ia pun membekali diri dengan mengikuti kursus. Salah satunya, di
Citra Heni untuk tingkat mahir. Alami Masa Sulit Masa berat dialami Ny
Ambarwati. Itu terjadi tahun 1994 hingga 2000. Kala itu, ia harus berjuang
keras sebagai single parent setelah suami tercintanya, Subagyo, meninggal dunia
akibat penyakit kanker. Sepeninggal sang suami, Ny Ambarwati memang merasakan
betul beratnya menjalani kehidupan.
12
Apalagi, sebelumnya, ia mengakui
tak pernah mengalami kesulitan ekonomi karena sang suami telah memiliki
pekerjaan tetap sebagai pegawai PDAM. “Saya baru benar-benar merasakan betapa
beratnya menjadi single parent buat dua anak saya yang masih kecil,” kenangnya.
Beruntung, Ny Ambarwati termasuk tipikal wanita tegar. Di samping itu, ia juga
sangat bersyukur memiliki keahlian di bidang salon dan rias pengantin. Sebab,
dengan bekal itu, setidaknya ia bisa mencari rezeki buat kelangsungan hidup
keluarga dan anak-anaknya. Meski berat, namun roda kehidupan harus tetap
dijalankan. Itulah keyakinan yang terus tertanam dalam diri Ny Ambarwati
sehingga ia bisa kuat dan tegar dalam menjalani kehidupan. “Saya masih ingat
betul kala harus menjalankan usaha rias pengantin dengan momong anak saya yang
masih kecil. Tapi alhamdulillah, semua masa sulit itu akhirnya bisa saya
lewati. Saya benar-benar bersyukur,” papar Ny Ambarwati. Raih Sejumlah Prestasi
Tak sia-sia Ny Ambarwati menyeriusi usaha rias pengantin. Pasalnya, kerja keras
dan kesabaran yang selama ini dijalani telah membuahkan hasil. Itu bisa dilihat
dari berbagai prestasi yang telah dicapai. Baru-baru ini, Februari 2010
perempuan ramah ini berhasil meraih beberapa penghargaan lomba rias di Suncity
mall.
Di antaranya, juara II modifikasi
muslim, juara I modifikasi muslim, juara I modifikasi Bali, juara II muslim
modifikasi Bali. Prestasi lain juga diraih ibu dua anak ini. Ia pernah menyabet
juara I Lomba Rias Kategori Solo Basahan Tahun 2002 dan masuk 15 besar Finalis
Lomba Rias se-Indonesia. Seabrek prestasi itu, tentu menjadi bukti bahwa hasil
riasan Ny Ambarwati memang patut diperhitungkan. Tak heran bila kemudian banyak
pasangan baru memilihnya sebagai perias untuk pernikahan mereka. Bagaimana
dengan Anda? Sepertinya pantas juga berkonsultasi dengan wanita kaya pengalaman
dalam bidang make up pengantin ini.
Melenggang Hingga ke Bali &
Kalimantan Bagi Ny Ambar, service menjadi hal penting untuk mendapatkan tempat
di hati pelanggan. Karenanya, Kerinci Wedding senantiasa memberikan pelayanan
yang maksimal dan berkualitas. Terbukti, dengan pelayanan tersebut, banyak
pelanggan yang menyukai. Bahkan, pernah dalam sehari saja, Ny Ambar dan
crew-nya harus melayani sampai 5 customer yang berlainan tempat.
13
Menariknya, Ny Ambar tidak saja
melayani di Surabaya dan Jawa Timur. Namun, ia juga beberapa kali ‘melenggang’
ke Bali dan Kalimantan. Mereka biasanya mendapatkan referensi dari keluarga
yang pernah memakai jasa Ny Ambar. “Ya, senang sekali, ternyata riasan saya
cukup diminati,” paparnya. Lantas model pengantin apa yang paling diminati
costumer? Menurut Ny Ambar, kebanyakan kliennya paling suka model pengantin
Paes Ageng Modifikasi. Model ini memang memiliki unsur tradisional yang masih
bisa membaur dengan unsur modern.
Tidak terlalu pakem karena ada
sentuhan modifikasinya. Tapi tetap terlihat anggung dengan nuansa Jawa. Hasil
riasan yang optimal itu semakin klop dengan banyaknya koleksi baju yang
dimiliki Ny Ambar. Tercatat, ada sekitar 100-150 jenis kostum yang tersedia.
Tentu, dengan banyaknya koleksi baju ini para customer dapat lebih leluasa
memilihnya. Mahalkah? Untuk harga ini, ada beberapa paket wedding yang
ditawarkan. Mulai dari paket Bromo, Semeru, Rinjani hingga Everest dengan
kisaran harga antara 15-30 juta rupiah. Tentunya, tiap paket tersebut dapat
di-customize sesuai budget dan keinginan customer. “Kita sih, fleksibel dalam
memberikan yang terbaik. Nggak harus terpaku dengan kisaran harga tersebut.
Kami sangat menyesuaikan dengan keinginan dan budget dari klien,” jelasnya.
Nah, jika Anda menginginkan jasa wedding dengan pelayanan yang maksimal tapi
harga terjangkau, tak ada salahnya menjadikan Sanggar Rias dan Pengantin
KERINCI sebagai pilihan.
14
DAFTAR
PUSTAKA
Tarmudji,
Tarsis.1996. Prinsip-prinsip Wirausaha.
Yogyakarta: Liberty
Wahyu Lestari. 1993.Teknologi
Rias Panggung. FPBS IKIP Semarang
15