Hi guys! I come back.. huahaha
Well sebagai intro, aku mulai dengan ini..
"I said Alhamdulillah to Allah for everything, especially for AQR (teruntuk arjuna-ku) :D you always to try with me until now! (untuk membahagiakan, doa, dukungan, dan segala hal yang mungkin nampak menyebalkan).."
Ada yang mau nanya kah? Siapa AQR itu? hehe..
Kalo ada ini nih,
AQR itu yaa mungkin bisa kalian sebut pacar, cowok, atau siapapun lah yang lumrah buat pasangan lawan jenis. Tapi bukan itu point-nya.. Menurut aku, dia bukan siapa-siapa. Dia masih orang lain, tapi tidak asing buat ku, dia orang lain yang justru ku nilai begitu spesial, I liked him. :) Entah dia mampu membuat ku jatuh hingga lupa apa itu rasa gengsih yang selama ini aku junjung tinggi-tinggi dan banyak hal lainnya yang mungkin buat orang lain *negatif dan ia mampu membantuku untuk mengubahnya. :*
Kenapa aku sambungin ke AQR? Karna aku lumayan baru ngejalanin sama dia. Makanya mungkin postingan ini bisa jadi pelajaran buat aku, dia, kamu, kalian, dan mereka-mereka supaya buat mengantisipasi hal-hal yang mungkin dan pasti timbul dalam hubungan. Kita tahu kan hubungan itu dijalani 2 orang, yang punya 2 kepala yang isinya 2 otak, apalagi keduanya adalah makhluk yang berbeda jenis makin berat pula untuk menyatukan sebagai 1 sudut pandang yang sama, menyelaraskan opini dan pendapat, serta menyeimbangkan satu sama lain.. Tentu bukan hal yang mudah atau bahkan bisa dinilai rumit..
Ok, back to topic guys!
Pacaran itu tak ubahnya sebuah pertandingan maraton. Di beberapa titik, kamu harus mengerahkan tenaga untuk berlari sekencang mungkin. Tapi di beberapa waktu tertentu kamu perlu menghemat nafas dan memelankan langkah agar mampu mencapai garis finish.
Dalam hubungan cinta, hukum ini juga berlaku. Ternyata ada beberapa momen dalam pacaran yang membutuhkan usaha kuat darimu dan pasangan agar hubungan kalian bisa tetap bisa bertahan. Namun ada juga masanya kamu dan dia hanya cukup menjalaninya saja. Penasaran kan, kapan saja momen-momen kritis dalam pacaran yang harus kamu waspadai?
1. Jalan 2 Minggu – 1 Bulan: Berikan yang Terbaik, Atau Ditinggalkan
Terus berikan yang terbaik2 minggu hingga 1 bulan pertama setelah kalian jadian adalah masa saling mengenal satu sama lain. Biasanya kamu dan pacarmu masih malu-malu dan agak tidak percaya kalau kalian sudah punya pasangan. Ikatan emosional kalian belum terlalu kuat di titik ini.
Kalau kamu dan pasangan baru banget jadian, yang perlu kamu ingat adalah berusahalah untuk selalu memberikan yang terbaik. Jangan pelit memberi hadiah, kejutan atau kata-kata manis. Di titik ini kalian belum terlalu terikat satu sama lain. Belum banyak kenangan yang kalian miliki bersama. Si dia bisa saja berubah pikiran dan meninggalkanmu kalau kamu gak berusaha.
2. Pacaran 3 Bulan: Masa-Masa Manis Untuk Bekal Perseteruan Ke Depan
Momen ini adalah masanya kalian sedang menikmati romantisme yang baru tumbuh. Semuanya akan terlihat indah dan menyenangkan. Kalau ada masalah, kekuatan cinta yang lagi hangat-hangatnya pasti bisa menjadi jalan keluar handal. Rasa sayang yang masih sangat besar ini tidak perlu kamu redam.
3. 6 Bulan Jadian: Belajar Cara Menyelesaikan Masalah
Di waktu 6 bulan setelah pacaran, perbedaan dan konflik sudah tidak lagi bisa disembunyikan atas nama cinta. Mau sesayang apapun kalian ke pasangan, kalau dia melakukan kesalahan ya kamu akan kesal. Perbedaan kebiasaan dan cara pandang kerap jadi sumber pecahnya pertengkaran.
4. Sudah 1 tahun : Ke-“Aku“-an Kembali Muncul
Namun, di titik ini pula rasa ke-“Aku“-an akan kembali muncul. Selama 365 hari yang lalu, kamu dan dia seakan dipayungi oleh identitas kalian sebagai pasangan. Setelah satu tahun, rasa ingin kembali ke identitas kalian yang dulu akan semakin kuat. Kamu tidak lagi ingin hanya dikenal orang sebagai pacarnya si “X”. Tapi kamu juga ingin dikenal sebagai pribadi yang utuh, dengan kelebihan dan keunikanmu sendiri.
5. 1095 Hari Bersama: Jebakan Kenyamanan
Kamu dan pacarmu perlu terus berusaha saling mencintai dalam situasi normal. Tanpa harus ada perayaan, tanpa perlu taburan kata cinta setiap saat. Rasa sayang harus terus dihidupkan dalam kondisi normal. Kalau tidak, kenyamanan justru bisa menjauhkan kalian berdua. Karena sudah terlalu tahu kebiasaan, kamu dan dia sudah tidak lagi merasa perlu untuk berlaku manis atau memberikan kejutan. Padahal, cinta juga butuh terus diperjuangkan.
6. 7 Tahun: Lanjut Menikah, Atau Putus Lalu Menikah (Dengan Orang Lain)
Tapi semua bisa berubah saat pertanyaan, “Kapan nikah?” menyerang. Yup, gak semua orang siap menghadapi komitmen besar bernama pernikahan. Bisa jadi pasanganmu udah merasa siap menikah, sementara kamu masih ingin menjalani hidup lajang. Perpisahan yang terjadi di titik ini biasanya disebabkan oleh perbedaan dalam memandang sebuah komitmen.
Gimana guys? Sekedar buat pengetahuan dan info aja, semua yang ada didunia ini semu kok. Tetap berusahalah untuk menjadi yang terbaik semampu yang kita bisa, ALL OUT sama ALLAH, ortu dan pasangan.. Niat baik akan berujung pada yang baik. Semoga hubungan apapun yang kita jalin selalu langgeng sampai kita akan menemukan semua perbuatan akan dihisab suatu saat nanti. Aamiin YRA.. Happy reading guys! :)
See you next time..
Wasalam wr wb.









