Rabu, 29 Oktober 2014
We have Allah..
Suatu hari seorang anak mengeluh pada ayahnya, "Ayah, aku capek. Aku capek belajar. Temanku yang menyontek aja dapat nilai bagus. Aku mau menyontek saja".
"Ayah, Aku capek menabung. Temanku saja bisa jajan terus tanpa menabung. Aku mau jajan saja".
"Aku juga capek membantu ibu membersihkan rumah. Temanku saja memiliki pembantu. Aku ingin punya pembantu saja".
"Aku capek bersabar, sedangkan temanku seenaknya saja menghinaku", ucapnya sambil menangis.
Lalu sang ayah mengajak anaknya menuju sebuah tempat dimana jalan yang dilalui penuh dengan duri, serangga, ilalang, dan penuh lumpur.
"Mau kemana kita? Aku benci sekali jalan ini", ucap anaknya.
Ayahnya pun hanya diam.
Tibalah mereka disebuah telaga yang sangat indah dan sepi. "Wawww tempat apa ini ayah? Aku suka tempat ini", ucap si Anak.
"Tempat ini sangat indah namun sangat sepi karena orang tidak mau menyusuri jalan jelek tadi, padahal mereka tahu ada telaga di sini, tetapi mereka tidak bisa bersabar dalam menyusuri jalan itu".
"Tapi yah, bersabar itu kan sulit", jawab si anak.
"Aku tahu, tapi kan ada ayah yang menggenggam tanganmu agar kau tetap kuat. Ada ayah dan ibu yang akan terus berada disampingmu agar saat kamu jatuh, kami bisa mengangkatmu"
"Tapi ingat, ayah dan ibu tidak selamanya bisa mengangkatmu saat kau jatuh, suatu saat nanti, kamu harus bisa berdiri sendiri"
" Maka jangan kau gantungkan hidupmu pada orang lain, Kamu harus bisa Mandiri, Allah-pun akan siap dengan jalan keluar yang terbaik untukmu, bila kamu sudah berupaya maksimal"
" Anak ku, kamu juga harus sadar bahwa apapun yang sudah kita upayakan dan lakukan semuanya harus kita pasrahkan dan serahkan juga hasil akhirnya hanya kepada-NYA, yang penting bagian kita adalah berikhtiar semampu yang kita bisa, dan DIA-lah yang tahu apa yang terbaik buat hamba-hamba NYA, " ucap ayah bijak.
0 komentar:
Posting Komentar