Manusia akan ditimpa kerugian
Tidakkah Allah SWT mengatakan bahwa manusia akan ditimpa kerugian dalam hidupnya, kecuali orang-orang yang memiliki keimanan, kesabaran, serta kepedulian dalam hidupnya terhadap para hamba-Nya yang sedang tersesat dari jalan-Nya. Dalam hal ini, Allah SWT berfirman :
"Demi masa.. Sesungguhnya manusia benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nasehat-menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat-menasehati supaya menetapi kesabaran." (Q.S. Al-Asr : 103)
Akhirnya terbukti kesabaran si Ibu shalehah yang telah disebutkan diawal tulisan ini, meyakini bahwa Allah mengubah nasib manusia tidak secara instant, tetapi melalui suatu tahapan yang menuntut kesabaran dan kerelaan kita. Ternyata berkat kesabarannya berusaha sang anak diterima sebagai karyawan disebuah perusahaan multi nasional yang kini memberikan harapan masa depan yang lebih cerah, dengan gaji yang jauh lebih melebihi gaji PNS yang baru diangkat. Ketika itu ia pun menyadari bahwa pesan ibunya :
"Sabar ya Nak," adalah benar. Jika kata-kata si Ibu, tentang sabar adalah benar, maka apakah ayang disebut sabar itu?
Makna Sabar
Ternyata kata sabar bersifat multi makna, akan tetapi dari sekian banyak definisi yang diberikan oleh para ulama dapat ditarik beberapa makna yang paling mandasar, yaitu :
Pertama, sabar adalah kerelaan dan keikhlasan menerima kehendak Allah bertitik tolak dari makna yang pertama ini, sabar merupakan pangkal dari seluruh keberagaman kita, karena tanpa jiwa yang sabar kita tidak akan menjadi seorang muslim yang sebenarnya.
Taati perintah-Nya
Allah SWT menghendaki kita agar beriman, bertauhid dan beribadah kepada-Nya, Ia menghendaki agar kita mentaati perintah-Nya, serta meninggalkan semuah larangannya, Ia menghendaki agar kehidupan insani ini diatur sesuai dengan syariat-Nya, Ia menghendaki agar setiap mukmin dan mengagungkannya dengan tahlil, tasbih dan tahmid. Oleh karena itu, orang-orang yang ikhlas dan rela menerima kehendak-kehendak Allah tersebut adalah muslim Kaffa, muslim paripurna yang berjiwa sabar. Dalam kondisi ini, Allah SWT berfirman :
"Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhan-Nya dipagi dan petang hari, dengan mengharap keridhaan-Nya." (Q.S. Al-Kahfi 18: 28 ),
serta firman-Nya : "Maka bersabarlah kamu untuk melaksanakan ketetapan Tuhanmu dan janganlah kamu ikuti orang yang berdosa dan orang yang kafir diantara mereka." (Q.S. Al-Insan 76:24)
Romantika kehidupan yang berupa kebahagiaan dan kesengsaraan, keberhasilan dan kegagalan, kesehatan dan kesakitan, dls, terwujud karena cipta dan kehendak Allah SWT. Romantika itupun diciptakan Allah sebagai bahan ujian bagi seluruh manusia. Oleh karena itu, bila kita mau menerima kebahagiaan yang diberikan Allah SWT dengan bersyukur secara ikhlas, kita termasuk orang-orang yang bersabar. Bila kita mau menerima musibah yang diujikan oleh Allah terhadap diri kita, dengan hati yang rela, maka kita termasuk orang-orang yang sabar. Dalam hal ini, Lukman Al Hakim berwasiat kepada anaknya dalam Al-Qur'an :
"Hai anakku, dirikanlah Sholat dan suruhlah manusia mengerjakan yang baik dan cegahlah mereka dari perbuatan yang munkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpamu, sesungguhnya yang demikian itu termasuk perkara yang penting." (Q.S. Lukman 31 :17)
Kedua, sabar adalah kesetiaan dalam melaksanakan tugas.
Dengan Penuh Kesetiaan
Salah satu dari makna kehidupan adalah bahwa hidup kita merupakan tugas yang dibebankan oleh Allah diatas pundak kita masing-masing. Oleh karena itu, orang sabar adalah orang yang dapat melaksanakan tugas-tugas yang diberikan oleh Allah SWT kepadanya dengan penuh kesetiaan. Contoh tugas yang diberikan Allah kepada para suami adalah mendidik istri dan putra-putrinya menjadi orang-orang yang dapat mendirikan ibadah Sholat dengan sebenarnya. Dalam hal ini, Allah SWT berfirman :
"Dan peritahkanlah kepada keluargamu, mendirikan Sholat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kami lah yang memberimu rezeki. Dan akibat yang baik itu adalah bagi orang yang bertakwa." (Q.S. Thaahaa 20:132).
Maksud ayat diatas, jika istri atau anak diperintah melaksanakan Sholat satu kali tidak mempan, maka kewajiaban suami atau bapak tidak pernah gugur. Dan ia wajib bersabar dan tidak pernah lelah dalam mendidik mereka hingga menjadi orang-orang yang mau mendirikan Sholat dengan sebenarnya. Itulah yang disebut sabar, dalam arti melaksanakan tugas dari Allah dengan penuh kesetiaan.
Ketiga, sabar adalah keberanian dan ketabahan dalam menghadapi tantangan.
Diantara romantika kehidupan adalah, bahwa hidup ini penuh tantangan. Orang bijak berkata :
"Bahwa orang-orang yang berani dan tabah menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan ini adalah orang yang akan meraih keberhasilan kemenangan atau kejayaan". Ternyata apa yang dikatakan oleh orang bijak itu mendapat support dan jaminan dari Allah SWT. Firman-Nya :
"Hai Nabi, kabarkanlah semangat para mukmin untuk berperang. Jika ada 20 orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan 200 orang musuh. Dan jika ada 100 orang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan 1000 orang kafir, disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti." (Q.S. Al-Anfal 8:65)
Keempat, sabar adalah ketelatenan dalam menanti proses perubahan nasib yang sedang diprogramkan oleh Allah.
Keberhasilan akan datang
Oleh Allah SWT, kehidupan dan nasib manusia didalamnya diciptakan dan diatur melalui proses dan tahapan, sebagaimana dia menciptakan jagat raya ini. Jadi, yang disebut sebagai orang sabar, salah satunya, adalah orang yang dapat menunggu proses perubahan nasibnya dengan hati tenang, optimis dan telaten. Terus berusaha menutupi kekurangannya, karena ia yakin bahwa suatu saat nanti keberhasilan itu akan datang menjemputnya, sesuai dengan janji Allah SWT dalam firman-Nya :
"Dan masa kejayaan dan kehancuran itu kami pergilirkan diantara manusia agar mereka mendapat pelajaran dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman dengan orang-orang yang kafir." (Q.S. Ali Imran 3:140)
Kata-kata si Ibu Shalehah, "Sabar ya Nak....", yang dia lontarkan ketika memberikan respon curahan kekesalan hati anaknya, merupakan salah satu hikmah yang keluar dari mulutnya untuk menanamkan kesadaran bahwa nasib manusia yang sedang menggapai cita-citanya belum sampai pada endingnya. Karena itu, si Ibu memohon agar anaknya bersabar dan telaten dalam menyongsong datangnya keberhasilan. Bukankah Allah telah mengatakan bahwa alam raya ini diciptakannya dalam proses dan tahapan, demikian sunnah Allah dalam mengatur nasib manusia dialam ini.
Kelima, sabar adalah kekuatan iman dan takwa dalam menahan nafsu amarah atau nafsu jahat.
Kita manusia sebagai makhluk sosial, tentu tidak selamanya mendapat pujian atau respon yang positif dari orang-orang yang ada disekeliling kita. Kadangkala, kita harus menerima cercaan, hinaan, hambatan atau gangguan dari mereka, sekalipun kita berniat memberikan sesuatu yang terbaik bagi mereka. Dalam situasi atau kondisi yang demikian, sikap sabar atau kekuatan menahan nafsu amarah sangat dibutuhkan. Dalam hal ini Allah SWT berfirman :
"Dan bersabarlah terhadap apa yang mereka ucapkan dan jauhilah mereka dengan cara yang baik." (Q.S. Al-Muzzamil 73:10)
Demikian pula hendaknya, ketika kita memiliki kesempatan yang aman atau peluang yang aman untuk melakukan maksiat atau tindakan kriminal. Dalam kesempatan yang aman dan nyaman, setan berkali-kali datang untuk mengobarkan nafsu jahat yang memang telah ada pada diri kita. Dalam situasi demikian, hanya orang-orang yang beriman ikhlas dan sabar yang dapat mengalahkan godaan setan itu. Allah berfirman :
"Iblis menjawab demi kekuasaan engkau, aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang Muklis diantara mereka." (Q.S. Shaad 38:82-83)
Janji Allah
Yang pasti, Allah SWT akan memberikan pahala yang luar biasa kepada orang-orang yang menerima kehendaknya dengan kerelaan atau keikhlasan, yang dapat melaksanakan tugas-tugas yang diberikannya dengan kesetiaan, yang dapat menerima cobaan dan ujian dari-Nya dengan ketabahan dan yang dapat menahan nafsu jahatnya dengan kekuatan iman dan takwanya. Untuk mereka itu Allah SWT berjanji, sebagaimana firman-Nya :
"Hai hamba-hamba-Ku yang beriman. Bertakwalah kepada Tuhanmu. Orang-orang yang berbuat didunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas." (Q.S. Az-Zumar 39:10)
0 komentar:
Posting Komentar