#navbar-iframe{opacity:0.0;filter:alpha(Opacity=0)} #navbar-iframe:hover{opacity:1.0;filter:alpha(Opacity=100, FinishedOpacity=100)}

Rabu, 02 Juli 2014

Colours of Love part 2

Kelas 11-1

Intro :
Sampai pada akhirnya kelas 10 pun berlalu. William pun tetap pada pendirian untuk tetap menunggu jawaban "IYA" dariku. Entah kapan waktu itu tiba? Lihat saja kealnjutannya nanti.

Hm..
Akhirnya saat kenaikan kelas pun tiba, kini aku dan teman-teman ku beranjak ke kelas 11-1 hehe Aku, Abel, Inka, Alona, Nada dan Sheila pun nampak antusias. Kami menjalani hari-hari seperti biasa, namun lain hal dikelas 10-1 yang banyak waktu senggang namun lebih padat dari sebelumnya. Kami yang selalu kemanapun berlima juga tak selalu bersama. Banyak perbedaan pendapat, ada yang ingin ke perpus, kekantin, nongkrong ke toko koperasi kami yang namanya BMT, atau aku dan Sheila sama satu tujuan kelilingan dan ga betah duduk diam disuatu tempat.

Sejak seringnya perbedaan pendapat tersebut, kami jadi jarang kumpul seperti sebelumnya. Huft..Tapi kami saling diam dan tidak terlalu saling membicarakan soal ini. Kami berusaha semaksimal mungkin untuk tetap pada pendirian masing-masing untuk ke tempat-tempat yang kami yakini untuk dinikmati.
Hinggaaaaaaa...

Finally, semua berubah.
Berubah..
Ya begitulah keadaan,
tidak mungkin selalu stabil dan datar bukan?
Tepat pada puncaknya, kami semua meledak!!
Si Abel yang paling memuncak karena dia yang paling dekat dengan ku.. Dia marah-marah, ia membentak, ia bernada tinggi mengatakan bahwa tidak suka jika Aku dan Sheila selalu kelilingan tanpa ia, Alona, Inka dan Nada. Ia sebut kami dengan sebutan "si lenjeh" dan mengatakan bahwa aku dan Sheila kelilingan hanya untuk caper dan tebar pesona kesana kemari didepan banyak laki-laki khususnya kakak kelas dan kelas lawan kami yaitu 11-2. Aku tak peraya bahwa Abel bisa mempunyai pikiran buruk seperti itu.

Oh my God! Jelas aku langsung kembali melawan kata-katanya. "Aku dan Sheila bukan bermaksud seperti itu... Aku dan Sheila merasa punya kecocokan tersendiri. Aku dan Sheila merasa kami lebih menikmati jika kami selalu jalan-jalan kelilingan diantero sekolah atau ke berbagai kelas. Kami sering melakukan hal-hal konyol berdua yang tidak bisa kami lakukan jika kita berlima" jelasku. Namun, Alona pun juga menyerang ku dan Sheila. Alona pun tak kalah kesal dan geram dengan kami. Mereke benar-benar menyudutkan kami sesuka mereka. Tapi tidak termasuk Inka, Inka lebih memilih diam dan tak beragumen. Namun tidak juga membela ku dan Sheila.

Setelah sekian lama kami bersiteru, kami pun dipisah oleh teman-teman yang lainnya. Usai insiden itu, kami semua saling diam antara kubu Abel, Alona, Inka dan Nada dengan kubu aku yang hanya berdua dengan Sheila.

Detik demi detik, menit demi menit, dan hari demi hari kami menjalani aktivitas disekolah seperti hambar, datar dan begitu kurang menyenangkan karena kubu Abel selalu mencibir ku dan Sheila. Namun aku dan Sheila tidak begitu mau ambil pusing. Aku dan Sheila bersikap santai, tidak terjadi apa-apa dan hanya menganggap angin lalu. Hehe kami selalu menikmati hidup kami berdua, menghabiskan waktu dengan kegiatan-kegiatan yang kami sukai. Dan Sheila pun sering menunggu ku sampai pulang ekskul paskibra. Pokoknya kami selalu berdua, sampai kami famous dimana ada Ara disitu ada Sheila dan dimana ada Sheila situ ada Ara. Sampai-sampai kami sering menuliskan dimeja-meja "AraSheilaselaluceria" hihi *abg bangeeeeeet.

Namun, sampai kapan kah keintiman kami terjalin? Bersifat temporer kah atau permanen? Apakah keintiman ini bisa disebut persahabatan atau hanya kesemuan? Kita tak ada yang tahu bagaimana kedepannya. Namun ada hal yang harus digarisbawahi, didunia ini memang tak ada yang abadi. Kita lihat kelanjutannya nanti yaaa :)

*bersambung