#navbar-iframe{opacity:0.0;filter:alpha(Opacity=0)} #navbar-iframe:hover{opacity:1.0;filter:alpha(Opacity=100, FinishedOpacity=100)}

Jumat, 18 Oktober 2013

Kewirausahaan : Kegiatan Magang Kewirausahaan dalam Usaha Sanggar Rias


KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan Puji dan Syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan taufik dan hidayah-Nya, sehingga makalah ini dapat tersusun dengan judul “KEWIRAUSAHAAN : Usaha Sanggar Rias ”.

Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga makalah ini dapat diselesaikan sesuai dengan waktunya. Makalah ini masih jauh dari sempurna baik dari materi dan cara penulisannya, oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah ini.

Semoga makalah ini dapat dijadikan sebagai sarana informasi bagi masyarakat yang khususnya bagi pembaca dan bermanfaat untuk pengembangan ilmu pengetahuan.













Jakarta,          Juni 2013




Penulis





ii





DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ------------------------------------------------------------------------------         ii
DAFTAR ISI -----------------------------------------------------------------------------------------         iii

BAB I   PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang  -----------------------------------------------------------------------------         1-2
B.     Rumusan Masalah --------------------------------------------------------------------------         2
C.     Tujuan Penulisan ---------------------------------------------------------------------------          2
BAB II  PEMBAHASAN
A.    Peluang Usaha Sanggar Rias  --------------------------------------------------------------  3-4
B.     Program Magang Kewirausahaan di Sanggar Rias
dan Dekorasi Pengantin SRI RINA Semarang  -----------------------------------------     4-6
C.     Pelaksanaan Magang Kewirausahaan di Sanggar Rias
dan Dekorasi Pengantin SRI RINA Semarang ------------------------------------------  6-9
D.    Manfaat Kegiatan Magang Kewirausahaan  -------------------------------------------    9-10
BAB III PENUTUP
A.    Kesimpulan  ----------------------------------------------------------------------------------         11
LAMPIRAN
A.    Contoh Kisah Sukses Owner Sanggar Rias & Pengantin Kerinci   -------------------   12-14
DAFTAR PUSTAKA  -------------------------------------------------------------------------------- 15






iii





BAB I
PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang Masalah
Usaha kecil merupakan bagian integral dari dunia usaha nasional yang mempunyai kedudukan, potensi dan peranan yang sangat strategis dalam mewujudkan tujuan pembangunan nasional. Mengingat peranannya dalam pembangunan, usaha kecil harus terus dikembangkan dengan semangat kekluargaan, saling isi mengisi, saling memperkuat antara usaha yang kecil dan besar dalam rangka pemerataan serta mewujudkan kemakmuran yang sebesar-besarnya bagi masyarakat di Indonesia. Untuk mewujudkan tujuan tersebut, pemerintah dan masyarakat harus saling bekerjasama. Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan sampai pada tahun 2007, lulusan Prodi Pendidikan Seni Tari S1 sebagian besar belum terserap di lapangan pekerjaan bidang kependidikan, dan masih mengalami banyak kendala untuk terjun di dunia kerja sebagai guru. Hal tersebut diakibatkan karena terbatasnya formasi tenaga guru di bidang Pendidikan Seni Tari sebagai CPNS baru, oleh Depdiknas baik di sekolah-sekolah negeri maupun di sekolah – sekolah swasta. Minimnya lulusan program studi Pendidikan Seni Tari yang menekuni wirausaha di jalur non kependidikan menunjukkan bahwa mereka kurang memiliki keberanian untuk terjun berwirausaha. Secara teori dan praktek, lulusan program studi Pendidikan Seni Tari sudah memperoleh bekal yang memadai dengan harapan setelah lulus, dapat diterapkan di lapangan. Pada umumnya mereka berkeinginan untuk menjadi tenaga kependidikan sebagai guru atau karyawan sebuah instansi atau perusahaan. Di sisi lain, lapangan pekerjaan di luar profesi guru masih sangat terbuka lebar, misalnya di bidang penjualan jasa Dekorasi dan Rias Pengantin, Sanggar Tari, Persewaan Kostum Tari, maupun pengelola entertainment secara keseluruhan. Padahal berwirausaha di bidang ini memiliki prospek pasar yang sedemikian luas dan hampir setiap saat dibutuhkan oleh masyarakat. Kondisi tersebut menggambarkan minimnya perilaku kewirausahaan lulusan program studi Pendidikan Seni Tari. Ada kecenderungan, mahasiswa tidak mau bersusah payah dalam bekerja, sehingga ingin mencari mudahnya saja dengan menjadi pegawai negeri. Untuk menjadi seorang wirausaha tidak mudah, dituntut memiliki kemauan yang keras dan ketekunan. Seperti yang dikatakan Tarmudji (1996: 4) bahwa seorang wirausaha dapat diartikan seseorang yang berkemauan keras dalam bisnis yang patut menjadi teladan hidup.


1





Berdasarkan latar belakang tersebut diatas, salah satu cara yang tepat untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan mahasiswa program studi Pendidikan Seni Tari adalah melihat peluang dalam usaha Sanggar Rias dan Dekorasi Pengantin.

B.     Rumusan Masalah
Rumusan masalah yang diangkat dalam bentuk pertanyaan sebagai berikut:
1.      Bagaimanakah pelaksanaan Kegiatan Magang dalam usaha Sanggar Rias dan Dekorasi Pengantin tersebut?
2.      Bagaimana Pengelolaan bisnis dari usaha tersebut?

C.     Tujuan Penulisan
Tujuan khusus dalam penulisan makalah ini yang ingin dicapai melalui usaha ini adalah ; (1) meningkatkan pengetahuan kewirausahaan mahasiswa, baik dalam keilmuannya maupun pengalaman berwirausaha, (2) memacu motivasi kewirausahaan mahasiswa yang berminat menjadi calon wirausahawan kelak setelah lulus, (3) membuka peluang untuk memperoleh pengalaman praktis kewirausahaan bagi dosen pembimbing mahasiswa, (4) menjalin kerjasama link and match antara Perguruan Tinggi dengan dunia usaha. Target luaran kegiatan Magang Kewirausahaan ini adalah : mahasiswa dapat menyerap pengalaman praktis selama magang, dapat membuat rencana bisnis (business plan) tentang usaha jasa rias dan dekorasi pengantin, dan menumbuhkan jiwa kewirausahaan mahasiswa yang dapat ditunjukkan melalui minat dan motivasi mereka.












2





BAB II
PEMBAHASAN

A.   Peluang Usaha Sanggar Rias

Bila kita memiliki kemampuan merias, jangan sia - siakan kemampuan yang kita miliki tersebut. Kita dapat memanfaatkan peluang ini untuk membuka usaha rias pengantin. Hari pernikahan adalah hari yang sangat istimewa bagi pasangan laki - laki dan perempuan. Maka riasan atau dandanan pada hari itu tentulah dianggap sangat spesial,berbeda dengan hari - hari biasanya. Kesempatan ini dapat anda manfaatkan untuk menawarkan jasa rias pengantin khususnya untuk wanita. Penampilan yang prima pada hari pernikahan tentu dapat menambah suasana pesta menjadi meriah.
Persiapan yang perlu dilakukan untuk memulai usaha rias pengantin ini diantaranya adalah sebagai berikut :
1.      Persiapan keahlian merias.
2.      Persiapan promosi.
3.      Persiapan alat - alat untuk merias,temasuk kosmetik.Gunakanlah kosmetik yang berkualitas agar tidak ada keluhan dari pelanggan karena ketidak cocokan kosmetik.
4.      Persiapan pengenalan budaya pengantin untuk menyesuaikan dengan tatarias yang digunakan.
Dalam pelaksanaan usaha rias pengantin ini, lakukanlah hal-hal berikut ini :
·         Melakukan promosi agar usaha rias pengantin anda dapat lebih dikenal di masyarakat.
·         Menjalin kerjasama yang erat dengan piahk keluarga yang melangsungkan pernikahan.
·         Memberi pelayanan ekstra pada pengantin sampai akhir acara.







3





Promosi dan Pemasaran yang dapat anda lakukan dalam menangkap peluang usaha rias pengantin ini diantara nya sebagai berikut :
o   Melakukan promosi dari mulut ke mulut dengan memulainya dari lingkungan terdekat seperti teman ataupun tetangga sekitar rumah anda.
o   Melakukan promosi di media cetak atau elektronik tentu saja dengan lengkap memiliki alat - alat promosi seperti leaflet atau katalog dll.
o   Melakukan kerja sama dengan salon lainnya sehingga anda dapat memiliki jaringan pemasaran anda sendiri.

Hambatan atau tantangan yang mungkin terjadi dalam menjalankan usaha rias pengantin ini yaitu :
-          Penghasilan tidak tetap.Hal tersebut disebabkan usaha rias pengantin hanya dilakukan pada saat hari musim - musim pernikahan, sehingga tidak terlalu cocok untuk diandalkan sebagai penghasilan utama.
-          Alat dan produk kosmetik yang anda gunakan tidak cocok dengan kulit pengantin dan bisa menimbulkan alergi.Anda harus tahu tentang kriteria kulit pengantin dan mengaplikasikan dengan produk kosmetik yang cocok.Dalam hal ini pengetahuan anda tentang kosmetik dan make-up pun sangat diperlukan.


B.   Program Magang Kewirausahaan di Sanggar Rias dan Dekorasi Pengantin SRI RINA Semarang

Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa masih sedikit sekali prosentase lulusan Pendidikan Seni Tari yang berwirausaha sendiri. Salah satu cara yang tepat untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan mahasiswa program Studi Pendidikan Seni Tari adalah dengan mengadakan Program Magang Kewirausahaan (MKU). Kegiatan MKU di awali dengan melakukan koordinasi antar tim pelaksana dan pengusaha mitra, seleksi peserta MKU, pembekalan materi baik teoretis maupun praktis kepada mahasiswa peserta MKU, dan pelaksanaan kegiatan dengan menggunakan metode demonstrasi, pendampingan dan pengamatan.




4





Waktu pelaksanaan MKU menyesuaikan pengusaha mitra, dengan tempat di sanggar dan di gedung B2 Universitas Negeri Semarang. Materi MKU, meliputi : pengetahuan dan praktek kewirausahaan, praktek tata rias busana dan dekorasi pengantin gaya solo putri dan Solo basahan, lengkap dengan tata caranya, membantu pengusaha mitra pada saat mendapatkan permintaan merias pengantin. Evaluasi dilakukan bersamaan dengan berjalannya proses MKU oleh pihak dosen pembimbing, mahasiswa maupun pengusaha mitra. Hasil kegiatan MKU, adalah meningkatnya pengetahuan dan keterampilan mahasiswa dalam bidang tata rias dan dekorasi pengantin, yang dituangkan dalam pembuatan rencana bisnis (business plan) tentang usaha jasa rias dan dekorasi pengantin.
Pelaksanaan kegiatan MKU di awali dengan melakukan koordinasi antar tim pelaksana dan pengusaha mitra untuk membahas persiapan, pembagian tugas, dan teknik pelaksanaan MKU. Metode Pelaksanaannya menggunakan demonstrasi, pendampingan dan pengamatan. Mahasiswa peserta kegiatan Magang Kewirausahaan ini adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Tari, Jurusan Pendidikan Seni Drama Tari Musik, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang semester VI yang sudah menempuh mata kuliah Kewirausahaan, Tata Rias Busana I, Tata Rias Busana II, Tata Rias Busana Temanten, sehingga pada saat mengikuti program kegiatan Magang Kewirausahaan ini mahasiswa sudah mempunyai bekal ilmu tentang kewirausahaan dan Tata Rias.

Seleksi peserta MKU dilakukan dengan langkah-langkah : (1) memberikan pengumuman kepada mahasiswa, (2) mendata mahasiswa yang berminat ikut MKU, (3) menyeleksi mahasiswa dengan materi seleksi meliputi pengetahuan kewirausahaan, keterampilan tata rias dan busana, dan minat. Pembekalan materi baik teoretis maupun praktis kepada mahasiswa peserta MKU, meliputi : materi pengetahuan kewirausahaan, materi tata rias dan busana, teknik pelaksanaan kegiatan, evaluasi pelaksanaan magang.








5

Tempat pelaksanaan Magang Kewirausahaan adalah Sanggar Rias dan Dekorasi Pengantin SRI RINA. Bahan dan peralatan yang dimiliki sanggar Rias dan Dekorasi Pengantin SRI RINA cukup lengkap, terdiri dari seperangkat bahan dan alat make up, 7 set busana pengantin Solo Putri dan Basahan lengkap dengan busana pengapit, pager ayu, pager bagus, 3 set busana Paes Ageng Yogyakarta, 2 set dekorasi pengantin. Jumlah tenaga kerjanya adalah 7 orang yang terdiri dari pemilik yaitu ibu Darmawan selaku penata rias dan busana pengantin, 6 orang asisten yang bertugas merias orang tua kedua pengantin, pengapit, dan penerima tamu. Sedangkan tenaga kerja bagian dekorasi berjumlah 5 orang. Karena bidang usaha sanggar Rias dan Dekorasi Pengantin adalah pelayanan jasa dari rumah ke rumah atau gedung pertemuan ke gedung pertemuan, maka tidak terlalu banyak membutuhkan ruangan kantor yang luas. Ruang kantor sekaligus ruang untuk menerima tamu/ konsumen, berfungsi juga untuk tempat menyimpan busana dan peralatan rias. Sedangkan bahan dan alat yang digunakan oleh peserta MKU adalah seperangkat bahan dan alat make up. Selama proses pelaksanaan MKU, busana dan peralatan dekorasi pengantin menggunakan milik sanggar, karena untuk pengadaan busana dan peralatan tersebut cukup mahal. Pengumpulan data dilakukan dengan cara pendampingan dan pengamatan selama proses MKU berlangsung. Analisis data dilakukan berdasarkan hasil pendampingan dan pengamatan.

C.   Pelaksanaan Magang Kewirausahaan di Sanggar Rias dan Dekorasi Pengantin SRI RINA Semarang

Sanggar Rias dan Dekorasi Pengantin SRI RINA merupakan sebuah usaha di bidang pelayanan jasa merias pengantin dan mendekorasi pelaminan pengantin. Sanggar ini didirikan oleh ibu Darmawan, seorang pensiunan Pegawai Negeri Sipil. Sejak masih muda, ibu Darmawan sudah berkecimpung di bidang seni, terutama seni suara, yang kemudian tertarik untuk mengembangkan bakat seni dalam bidang tata rias busana pengantin. Sanggar Rias dan Dekorasi Pengantin Sri Rina dipilih menjadi tempat penyelenggaraan MKU karena sanggar tersebut cukup berhasil dan dikenal masyarakat umum.




6





Selain itu Rias wajah selalu dibutuhkan oleh setiap wanita untuk berbagai acara, terlebih lagi acara pernikahan. Seperti yang dikatakan Wahyu (1993: 10) bahwa tata rias wajah adalah teknik merias wajah yang dapat mengubah bagian muka yang kurang cantik menjadi cantik. Cara yang dilakukan adalah dengan mengadakan penyempurnaan, perbaikan bentuk muka, seperti menonjolkan bagian muka tertentu serta menyamarkan dan menutupi bagian muka yang kurang menarik dengan bantuan kosmetik serta cara merias yang baik.

Sanggar Rias dan Dekorasi Pengantin SRI RINA mampu melayani jasa merias pengantin dan mendekorasi pelaminan pengantin mulai dari gaya Solo Putri dan Basahan, gaya Paes Ageng Yogyakarta, serta rias pengantin dari daerah-daerah lain maupun rias pengantin modern. Akan tetapi berdasarkan permintaan konsumen yang kebanyakan orang Jawa Tengah, Sanggar Rias dan Dekorasi Pengantin lebih sering merias pengantin dan mendekorasi pelaminan pengantin gaya Solo Putri dan Basahan. Konsumen Sanggar Rias dan Dekorasi Pengantin SRI RINA pada umumnya berasal dari kota Semarang, akan tetapi sering juga melayani permintaan konsumen dari kota-kota lainnya seperti Kudus, Kendal, Klaten, Salatiga. Permintaan merias dari konsumen pada bulan-bulan orang punya hajat, bisa mencapai 8 kali bahkan lebih dalam satu bulan. Di luar bulan-bulan tersebut rata-rata 2-4 kali. Harga per paket rias mulai dari 4 juta sampai 12 juta. Selain itu juga melayani permintaan konsumen sesuai dengan bugdet konsumen. Omset yang didapat setiap bulan rata-rata mencapai 30 juta.

Dalam pelaksanaan MKU, peserta mendapatkan materi teoretik dan praktek. Materi teoretik, meliputi pengetahuan tentang bahan dan alat rias pengantin, busana pengantin, dekorasi pengantin gaya solo putri dan Solo basahan serta tata cara pernikahan adat Jawa yang disampaikan dengan ceramah dan tanya jawab.
Materi praktek, meliputi teknik tata rias, tata busana, dekorasi dan tata cara pernikahan adat Jawa yang disampaikan dengan demonstrasi. Peserta MKU melakukan praktek dengan ikut serta dalam melayani konsumen, tetapi masih terbatas merias keluarga pengantin. Salah satu materi MKU adalah proses pelayanan jasa rias pengantin yang dilakukan Sanggar Rias dan Dekorasi Pengantin SRI RINA.




7





Proses pelayanan jasa rias pengantin dilakukan dengan beberapa tahapan sebagai berikut :
1)      Perias mengajak diskusi dengan konsumen mengenai rias pengantin dan dekorasi pengantin apa yang dikehendaki, plafon harga sesuai dengan jenis rias pengantin yang dikehendaki konsumen, bentuk perhelatan yang dikehendaki konsumen, serta tempat perhelatan pernikahan.
2)      Setelah konsumen menentukan pilihannya, maka akan ditawarkan jenis dan warna busana pengantin yang disesuaikan dengan warna kulit, bentuk perhelatan dan postur tubuh pengantin, sekaligus mencobanya.
3)      Perias melakukan analisa wajah kedua pengantin terlebih dahulu sebelum melakukan proses merias, dengan harapan dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan yang dimiliki kedua pengantin.
4)      Beberapa hari sebelum hari pelaksanaan pernikahan, perias menyiapkan segala kebutuhan baik berupa bahan dan alat yang diperlukan untuk merias pengantin dan mendekorasi pelaminan pengantin. Dekorasi pelaminan pengantin biasanya dilakukan pada malam hari sebelum proses pelaksanaan pernikahan. Perias harus sudah mempelajari acara-acara apa saja yang akan dilakukan dalam pesta pernikahan tersebut, sehingga bisa dengan cepat mempersiapkan pengantinnya tepat pada waktunya.
5)      Pada saat pelaksanaan pernikahan, perias melakukan tugasnya merias pengantin dengan teliti, rapi dan tepat waktu.

Waktu pelaksanaan MKU menyesuaikan pengusaha mitra, dengan tempat di sanggar dan di gedung B2 UNNES. Evaluasi dilakukan bersamaan dengan berjalannya proses MKU oleh pihak dosen pembimbing, mahasiswa maupun pengusaha mitra. Pelaksanaan kegiatan Magang Kewirausahaan di Sanggar Rias dan Dekorasi Pengantin berjalan dengan lancar. Meskipun banyak kendala yang terjadi di lapangan. Kendala-kendala tersebut adalah ketidaksesuaian waktu pengusaha mitra dengan mahasiswa, bahan peralatan dan kostum yang harganya mahal, ruang yang tersedia tidak memadai. Kendala-kendala tersebut dapat diatasi dengan baik, yaitu mahasiswa peserta magang menyesuaikan waktu yang disediakan pengusaha mitra, sehingga waktu pelaksanaan praktek bisa berubah-ubah sesuai dengan waktu luang pengusaha mitra.




8





Kadangkala apabila pengusaha mitra mendapatkan permintaan merias pengantin, mahasiswa peserta magang di ajak serta untuk membantu. Bahan, peralatan dan kostum yang mahal diantisipasi dengan cara meminjam. Ruang praktek yang terdapat di sanggar sekaligus digunakan sebagai ruang tamu sehingga cukup sempit apabila dipakai praktek untuk 10 orang sekaligus. Sehingga kadangkala mahasiswa peserta mendapatkan pelatihan rias pengantin di gedung B2 kampus UNNES.

Dalam pelaksanaan MKU ditemukan masalah yang terdapat dalam Sanggar Rias dan Dekorasi Pengantin SRI RINA, yaitu manajemen dan pemasaran produk jasanya yang masih sederhana dan tradisional. Sanggar Rias dan Dekorasi Pengantin SRI RINA, masih menggunakan manajemen rumah tangga serta pemasaran dari mulut ke mulut. Meskipun dengan pola manajemen dan pemasaran yang demikian, Sanggar Rias dan Dekorasi Pengantin SRI RINA berjalan dengan lancar. Kelemahan dari manajemen rumah tangga adalah antara pemasukan dan pengeluaran tidak bisa terkontrol dengan baik. Sedangkan pola pemasaran dari mulut ke mulut, konsumen tidak bisa terjangkau secara luas. Untuk mengatasi masalah tersebut, maka mahasiswa peserta Magang Kewirausahaan berinisiatif memberikan pelatihan manajemen dan pemasaran yang lebih baik. Pelatihan manajemen diberikan dengan cara mengajarkan proses pembukuan keuangan secara rapi dan teratur. Pelatihan pemasaran diberikan dengan cara mengajarkan membuat liflet, brosur, iklan yang disebarkan kepada masyarakat luas. Sehingga dalam proses pelaksanaan MKU terjadi proses saling memberi dan menerima pengetahuan.

D.   Manfaat Kegiatan Magang Kewirausahaan
Manfaat dan ketercapaian tujuan kegiatan Magang Kewirausahaan ini dapat dilihat dari beberapa sisi, yaitu :
1.      Pelaksanaan Magang Kewirausahaan ini bermanfaat bagi pengusaha mitra yaitu adanya saran dan masukan dari mahasiswa peserta dan dosen pembimbing guna kemajuan usahanya.

2.      Mahasiswa peserta Magang Kewirausahaan dapat merasakan langsung pengalaman praktis dalam berwirausaha, baik menyangkut aspek keterampilan maupun manajemen kewirausahaan sehingga dapat meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa untuk memulai berwirausaha.

9





Pengalaman praktis di bidang keterampilan diperoleh mahasiswa melalui praktek merias pengantin sedangkan pengalaman praktis di bidang manajemen diperoleh mahasiswa pada saat melakukan pembukuan, menjual jasa merias pengantin. Pengalaman praktis ini dapat memberikan bekal bagi mahasiswa untuk mencoba membuka usaha baru di bidang rias dan dekorasi pengantin.

3.      Bagi Perguruan Tinggi pelaksana, kegiatan Magang Kewirausahaan ini memberikan manfaat terjalinnya hubungan sinergi antara Perguruan Tinggi pelaksana dengan pengusaha mitra. Kegiatan Magang Kewirausahaan ini dapat menjadi wahana untuk memadukan pemahaman di bidang disiplin ilmu dengan penerapan ilmu di lapangan. Di samping hal tersebut, pengalaman praktis yang diperoleh di lapangan dapat dijadikan bahan masukan atau pengembangan mata kuliah serta pengembangan program kewirausahaan di perguruan tinggi. Kegiatan Magang Kewirausahaan ini perlu dilanjutkan dengan Kuliah Kerja Usaha. Hal ini disebabkan karena manfaat yang diperoleh dari kegiatan tersebut sangat besar, yaitu mahasiswa peserta bisa mempraktekkan keterampilan merias pengantin secara nyata.

















10





BAB III
PENUTUP

A.   Kesimpulan

Kegiatan Magang Kewirausahaan di Sanggar Rias dan Dekorasi Pengantin SRI RINA dilakukan dengan tujuan untuk menerapkan ilmu dan keterampilan yang diperoleh di bangku kuliah dalam kehidupan masyarakat secara nyata. Kegiatan ini berlangsung selama empat bulan, 1 bulan pertama untuk persiapan, 2 bulan berikutnya untuk pelaksanaan magang, dan 1 bulan berikutnya untuk evaluasi. Hasil yang diperoleh dari kegiatan Magang Kewirausahaan ini adalah mahasiswa mendapatkan pengalaman bekerja melayani masyarakat yang kemudian dituangkan kedalam businness plan (rencana bisnis) sebagai dasar untuk membuka usaha baru terutama dalam usaha Sanggar Rias dan Dekorasi Pengantin.



















11





LAMPIRAN

B.   Kisah Sukses Owner Sanggar Rias Dan Pengantin Kerinci

Menggeluti usaha rias dan pengantin, tidak saja membutuhkan modal dan keahlian. Lebih dari itu, kematangan diri juga mutlak diperlukan. Karena itu, meski telah memiliki bakat dan keahlian, Ny Ambarwati (50), pemilik Sanggar Rias dan Pengantin KERINCI tak serta merta membuka usaha wedding. Ia baru berani buka usaha kala usia menginjak usia 40 tahun.

“Almarhum suami saya melarang membuka usaha rias dan pengantin sebelum usia 40 tahun. Alasannya waktu itu, karena usia di bawah 40 tahun belum matang benar untuk menggeluti bisnis rias pengantin, yang konon tidak hanya membutuhkan keahlian semata tetapi juga butuh kesiapan lahir dan batin,” terang ibu dua anak yang sudah lebih dari sepuluh tahun membuka usaha rias pengantin. Sebagaimana nasihat suaminya, Ny Ambarwati pun baru mulai membuka usaha rias pengantin tahun 1991 di Jalan Kerinci, Waru, Sidoarjo saat usianya genap 40 tahun.

Awalnya, ia tidak langsung membuka usaha rias pengantin, namun dimulai dengan salon rambut. Baru tahun 2000, perempuan asal Bojonegoro ini membuka usaha rias pengantin. Sebetulnya, pengalaman di bidang make up telah dimiliki Ny Ambar karena sebelumnya ia telah bekerja di peralatan kosmetik salah satu produk terkenal di Surabaya. Namun, ibu dua anak masih merasa kurang bila hanya mengandalkan keahliannya rias yang dimilikinya. Ia pun membekali diri dengan mengikuti kursus. Salah satunya, di Citra Heni untuk tingkat mahir. Alami Masa Sulit Masa berat dialami Ny Ambarwati. Itu terjadi tahun 1994 hingga 2000. Kala itu, ia harus berjuang keras sebagai single parent setelah suami tercintanya, Subagyo, meninggal dunia akibat penyakit kanker. Sepeninggal sang suami, Ny Ambarwati memang merasakan betul beratnya menjalani kehidupan.






12





Apalagi, sebelumnya, ia mengakui tak pernah mengalami kesulitan ekonomi karena sang suami telah memiliki pekerjaan tetap sebagai pegawai PDAM. “Saya baru benar-benar merasakan betapa beratnya menjadi single parent buat dua anak saya yang masih kecil,” kenangnya. Beruntung, Ny Ambarwati termasuk tipikal wanita tegar. Di samping itu, ia juga sangat bersyukur memiliki keahlian di bidang salon dan rias pengantin. Sebab, dengan bekal itu, setidaknya ia bisa mencari rezeki buat kelangsungan hidup keluarga dan anak-anaknya. Meski berat, namun roda kehidupan harus tetap dijalankan. Itulah keyakinan yang terus tertanam dalam diri Ny Ambarwati sehingga ia bisa kuat dan tegar dalam menjalani kehidupan. “Saya masih ingat betul kala harus menjalankan usaha rias pengantin dengan momong anak saya yang masih kecil. Tapi alhamdulillah, semua masa sulit itu akhirnya bisa saya lewati. Saya benar-benar bersyukur,” papar Ny Ambarwati. Raih Sejumlah Prestasi Tak sia-sia Ny Ambarwati menyeriusi usaha rias pengantin. Pasalnya, kerja keras dan kesabaran yang selama ini dijalani telah membuahkan hasil. Itu bisa dilihat dari berbagai prestasi yang telah dicapai. Baru-baru ini, Februari 2010 perempuan ramah ini berhasil meraih beberapa penghargaan lomba rias di Suncity mall.

Di antaranya, juara II modifikasi muslim, juara I modifikasi muslim, juara I modifikasi Bali, juara II muslim modifikasi Bali. Prestasi lain juga diraih ibu dua anak ini. Ia pernah menyabet juara I Lomba Rias Kategori Solo Basahan Tahun 2002 dan masuk 15 besar Finalis Lomba Rias se-Indonesia. Seabrek prestasi itu, tentu menjadi bukti bahwa hasil riasan Ny Ambarwati memang patut diperhitungkan. Tak heran bila kemudian banyak pasangan baru memilihnya sebagai perias untuk pernikahan mereka. Bagaimana dengan Anda? Sepertinya pantas juga berkonsultasi dengan wanita kaya pengalaman dalam bidang make up pengantin ini.

Melenggang Hingga ke Bali & Kalimantan Bagi Ny Ambar, service menjadi hal penting untuk mendapatkan tempat di hati pelanggan. Karenanya, Kerinci Wedding senantiasa memberikan pelayanan yang maksimal dan berkualitas. Terbukti, dengan pelayanan tersebut, banyak pelanggan yang menyukai. Bahkan, pernah dalam sehari saja, Ny Ambar dan crew-nya harus melayani sampai 5 customer yang berlainan tempat.




13






Menariknya, Ny Ambar tidak saja melayani di Surabaya dan Jawa Timur. Namun, ia juga beberapa kali ‘melenggang’ ke Bali dan Kalimantan. Mereka biasanya mendapatkan referensi dari keluarga yang pernah memakai jasa Ny Ambar. “Ya, senang sekali, ternyata riasan saya cukup diminati,” paparnya. Lantas model pengantin apa yang paling diminati costumer? Menurut Ny Ambar, kebanyakan kliennya paling suka model pengantin Paes Ageng Modifikasi. Model ini memang memiliki unsur tradisional yang masih bisa membaur dengan unsur modern.

Tidak terlalu pakem karena ada sentuhan modifikasinya. Tapi tetap terlihat anggung dengan nuansa Jawa. Hasil riasan yang optimal itu semakin klop dengan banyaknya koleksi baju yang dimiliki Ny Ambar. Tercatat, ada sekitar 100-150 jenis kostum yang tersedia. Tentu, dengan banyaknya koleksi baju ini para customer dapat lebih leluasa memilihnya. Mahalkah? Untuk harga ini, ada beberapa paket wedding yang ditawarkan. Mulai dari paket Bromo, Semeru, Rinjani hingga Everest dengan kisaran harga antara 15-30 juta rupiah. Tentunya, tiap paket tersebut dapat di-customize sesuai budget dan keinginan customer. “Kita sih, fleksibel dalam memberikan yang terbaik. Nggak harus terpaku dengan kisaran harga tersebut. Kami sangat menyesuaikan dengan keinginan dan budget dari klien,” jelasnya. Nah, jika Anda menginginkan jasa wedding dengan pelayanan yang maksimal tapi harga terjangkau, tak ada salahnya menjadikan Sanggar Rias dan Pengantin KERINCI sebagai pilihan.














14





DAFTAR PUSTAKA

Tarmudji, Tarsis.1996. Prinsip-prinsip Wirausaha. Yogyakarta: Liberty

Wahyu Lestari. 1993.Teknologi Rias Panggung. FPBS IKIP Semarang
























15