#navbar-iframe{opacity:0.0;filter:alpha(Opacity=0)} #navbar-iframe:hover{opacity:1.0;filter:alpha(Opacity=100, FinishedOpacity=100)}

Minggu, 18 November 2012

Ibu daaaaan Ayah...

Hay dears, I'm come back to my blog ! huhuuuww heheh
Abis aku gabisa bobo siiihhh -__-
Iseng isi blog aja deeh wkwk mana kaset film bertumpuk udah aku tonton semua, kan ga seru kalo nonton itu lagi itu lagi. Aku belum sediain kaset baru lagi buat ditonton, heheh terus belum beli bacaan pula buat nemenin disaat gabisa bobo kaya giniiiii hufff

Hari ini aku mau share sesuatu nih, tapi apa yaaa? Kayanya belum ada yang nyangkut diotak buat nulisnya deh haduh -__- sambil ditemenin laptop buat nulis dan hp dengan full volume huaah 
Hampir buat ku ngerasa free sih dikamar :D

Oia aku mau share ini deeeh.
Nanti kalo kalian udah dewasa dan layak sudah dinilai bisa berumah tangga. Jadilah orang tua yang bisa menghangatkan atau menyejukkan keluarga kecil kalian yaa, biarpun mungil tapi bahagia. Karna ga akan habisanya kalo cari problema dalam masalah fams. :'( tapi aku buka topik problema yang ini aja deeh.

Kelak kalian telah dipercaya oleh Allah untuk menjaga dan memelihara seorang buah hati titipan-Nya kalian harus jadi orang tua yang memang pantas dan layak disebut orang tua yaaa. Contoh gini, simplenya, ibu? Seorang ibu? Ya ! Kalian tau seorang ibu dalam benak kalian apa?
Lembut bukan? Bukan jadi ibu yang kasar, ironi banget kan kalo ibu kandung malah lebih layak dianggap ibu tiri? Mengenaskan! Maka jadilah ibu yang dengan kelemahlembutannya bisa menyejukkan suasana dalam keluarga tersebut. Dan...

Ayah? Seorang ayah? Ya ! Kalian tahu bukan, seorang sosok ayah yang ada dipikiran kalian? Sosok yang tak pernah menyerah dalam pembiayaan, aktif dalam segala hal, yang banyak diam namun tetap memberikan arahan. Bukan yang cerewet ini itu, hadeeeh masa iya sih ayah malah lebih bawel dari ibu? Agak rancu aja kalo mulut seorang ayah malah lebih banyak ocehannya ketimbang seorang ibu. Maka jadilah sosok ayah yang santun, aktif (aktif kegiatan loh maksudnyaaa) bukan aktif ocehan hihi, pasif berbicara tapi tetap memberi arahan.

Apalagi buat diumur-umur remaja mending kalian jangan terlihat mengekang, remaja itu sedang labil. Syukur-syukur kalau kalian bisa lebih mengerti dan mencoba memahami apa yang mereka rasakan. Tapi rasanya sulit yaa, jarang aku temui rasanya orang tua yang seperti ini. Mereka yang mungkin telah lelah dihadapkan persoalan-persoalan masing-masing didalan kesibukan mereka dalam tanggung jawab sebagai ibu atau ayah. Tapi kita sebagai yang masih muda harusnya ini dijadikan sebuah pembelajaran kelak nanti kita menjadi orangtua. Kita harus layak dan pantas dinilai memang SEBAGAI ORANG TUA oleh mata anak-anak kita.

Terutama jiwa dan pemikiran yang jaraaang amat sangat jaraaang cocok atau klop kayanya sama anak mereka apalagi diusia-usia remaja, Behhhh susahnyaaa untuk menyatu sepertinya heheh kayanya kalo ada yang nurut banget banget pun cuma ada difilm film yang aku tonton ditivi wkwk. Dititik titik ini nih yang paling sulit buat dimengerti keduanya, antara orang tua dan anak-anaknya. Tapi kalian harus tetep inget, ga semua yang dilakuin anak itu bener, perlu arahan juga yaa, jangan dilost gitu ajaaa -__- anak juga masih manusia, apalagi remaja labil labilnya deeeh. Jadilah orang tua yang beretika, bukan ditakuti oleh anak-anaknya tapi dinyamani dan disegani. Ditakuti dan disegani itu beda loooh :) Ini ga berlaku buat kalian ajakok, aku sebagai penulis pun SANGAT BERLAKU ini ckck

Aku masih 18 tahun tapi udah share beginian? Haduuuh abis aku liat banyak problema sulit yang jika dihadapkan sama yang berbau-bau atau berkaitan sama keluarga deeh. Susah bener-bener susah, mau jahat keluarga sendiri, ga jahat kadang-kadang bikin nyesss yaaa? Wkwk naah disaat-saat kaya gini, sebagai seorang remaja harus bener-bener bisa mikir jernih, jangan cuma ikutin kesenengan dan kemaun diri sendiri aja. Kalian harus tetep inget mereka itu 2 orang yang GA PERNAH ungkit-ungkit loooh pengorbanan dan perjuangan mereka demi kita. Okeeee :)

0 komentar:

Posting Komentar