Rabu, 16 Oktober 2013
Not Comfort
Terkadang aku lelah
menjadi aku. Menjadi seorang ayu! Ya, seorang ayu.. Aku senang banyak yang
peduli sama aku. Aku juga senang banyak yang perhatian sama aku. Aku pun begitu
senang banyak yang baik sama aku. Dan aku sangat senang pula banyak yang mau
menyisihkan sebagian waktunya untuk memikirkan aku.
Tapi…
Maaf. Aku terkadang
merasa risih atas itu. Aku merasa ingin selalu saja diketahui kesehariannya,
ingin selalu diketahui kegiatannya, urusannya dan segala hal yang berkaitan
denganku. Tapi aku benar-benar tak bermaksud untuk sombong ataupun angkuh.
Sombong? Apa sih yang mau aku sombongin? Aku terlahir dari keluarga kecil yang
sederhana saja, akupun tergolong perempuan yang low profile bisa dibilang. Jadi
tak ada alasan sama sekali untuk menunjukkan kesombonganku. Kufur? Apalagi… tak
terlintas dalam fikiran ku, untuk mengkufuri nikmat dari Allah yang begitu
banyaknya. Terutama untuk paras ku. Tapi aku pun juga ingin ketenangan kan? Ingin
merasa nyaman kan?
Pada mulanya aku memang
menikmati dekat dengan siapapun tapi aku menganggap semua itu teman. Dan hanya
teman. Tapi lambat laun aku merasakan zona yang berbeda diantara semuanya. Antara
penafsiran ku dengan penafsiran mereka. Apalagi yang sampai bisa dibilang kepoers sekali tentang ku. Aku termasuk
orang yang tak suka ditebak, tak suka dikira-kira, aku lebih suka kalian peka
tanpa harus memberi ku pertanyaan dan sejuta terkaan-terkaan kalian yang kadang
membuatku sama sekali tak nyaman. Aku seperti diikuti bayangan yang aku sama
sekali tak menginginkan bayangan itu untuk hadir apalagi jika ada niat-niat
terselubung.
Aku risih bukan karena
rasa peduli, rasa care, dan rasa perhatian kalian..
Aku hanya risih dengan
kesemua itu yang ternyata dilandasi maksud-maksud tertentu dan sebagai isyarat
dari niat terselubung. Aku memang bukan paranormal yang ahli dalam membaca
orang. Tapi semua orang pasti punya nurani. Semua orang punya daya peka yang
berbeda-beda. Yah, walaupun sedalam-dalamnya lautan lebih dalam hati seseorang.
Terlebih aku memang type
orang yang ga ingin diketahui dalam-dalam oleh seseorang. Hidup kita adalah
cukup diri kita yang tahu. Tidak untuk dibagikan kepada banyak orang. Ada hal-hal
yang memang harus menjadi privasi kita sendiri. Jujur, aku tak suka dengan rasa
care kalian dengan mengikuti aku diam-diam. Aku juga tak suka dengan rasa
peduli kalian yang merasa sudah seperti bayangan ku dan tahu akan segala hal
tentang ku. Aku juga tak suka kalian mengumbar begitu banyak kalimat-kalimat
yang seharusnya tidak ada. Aku benar-benar tak menyukainya…
Terkadang aku bingung
caranya mengambil sikap. Aku juga sangat bingung karena kenyataannya aku memang
tak pernah memberi harapan apapun. Dan yang lebih parahnya, aku yang harus
melihat sinisan-sinisan dari pasangan kalian masing-masing yang berpikir bahwa
aku merebut kalian, akulah perempuan yang menganggu hubungan kalian. Well, aku
fikir ini sudah tak sehat lagi. Enough dan enough! Aku ingin dengan semuanya
dapat berteman baik tanpa aku harus pusing bagaimana merespon kalian karna
rasanya kalian memang menganggap saya
berbeda. Memang perasaan tak bisa ada yang menyalahkan, tapi bukankah
akan lebih baik jika rasa itu bisa kalian netralisir sedemikian rupa sehingga
tidak terlalu dalam? Terutama untuk yang sudah punya pasangan. Hmm..
Aku tegaskan, aku ini
perempuan biasa kok. Aku juga ingin tenang untuk merasakan selayaknya orang
yang merasa aman dan tak seperti dikejar-kejar. Aku bersyukur kehadiran ku
diterima baik oleh kalian. Tapi untuk perasaan lebih? Maaf. Aku bukan barang
dagangan dipasar yang begitu mudah kalian anggap spesial. Aku bersyukur atas
kebaikan kalian selama ini, tapi aku akan lebih bersyukur jika kalian bisa
menghargai aku hanya seorang teman. Hanya sebagai teman atau bahkan keluarga
sendiri, adik sendiri misalnya. Kalian tahu? Aku merasa tak tenang atas posisi
dan keberadaan ku. Aku juga tak merasa nyaman dan bahkan tak aman pula.
Tolong.. dengan tulus
hati, aku ingin kalian bersikap sewajarnya seorang teman. Terimakasih. :)
0 komentar:
Posting Komentar